Minyak Turun, Pasar Waspadai Rencana OPEC+ Tambah Produksi

Harga Minyak kembali melemah pada perdagangan Asia Kamis (4/9) pagi, yang memperpanjang penurunan dari sesi sebelumnya. Tekanan muncul setelah laporan Reuters menyebut OPEC+ sedang mempertimbangkan untuk menaikkan produksi pada pertemuan akhir pekan ini.
Pasar juga tertekan oleh data industri yang menunjukkan kenaikan persediaan Minyak AS, menambah kekhawatiran turunnya permintaan bahan bakar setelah musim panas.
Kontrak berjangka Brent untuk pengiriman November turun 0,4% menjadi $67,35 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,4% ke $63,30 per barel.
Laporan ini mematahkan ekspektasi sebelumnya bahwa OPEC+ akan menahan produksi setelah tahun ini sudah menambah lebih dari 2,2 juta barel per hari, membalik sebagian besar pemangkasan tajam yang dilakukan dua tahun terakhir untuk menopang harga.
Kenaikan kuota produksi ini disebut sebagai upaya OPEC+ merebut kembali pangsa Pasar, dengan harapan volume penjualan lebih besar dapat menutupi lemahnya harga Minyak. Meski begitu, realisasi produksi anggota OPEC+ kerap lebih rendah dari janji yang disampaikan, di tengah perbedaan pandangan internal.
Namun, jika penambahan produksi benar terjadi, Pasar kemungkinan akan mengalami pasokan berlebih dalam beberapa bulan mendatang, yang berpotensi menekan harga Minyak lebih jauh.(yds)
Sumber: Investing.com

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.