Perak Tertekan di Tengah Penguatan Dolar dan Ketidakpastian

Harga Perak menunjukkan pergerakan yang cenderung mendatar di Pasar global pada hari Kamis (31/7). Spot Perak diperdagangkan sekitar $36,99–$37,21 per troy ounce, sedikit melemah dibandingkan sesi sebelumnya. Penurunan ini terjadi setelah harga sempat menyentuh titik tertinggi dalam beberapa minggu terakhir.
Investor saat ini berhati-hati karena sentimen risiko tetap tinggi. Penguatan Dolar AS dan data inflasi Amerika Serikat yang mengecewakan menambah tekanan pada harga komoditas logam mulia ini. Para pedagang cenderung menahan atau melepas posisi, yang menahan laju kenaikan harga Perak meski permintaan safe-haven sempat meningkat.
Data inflasi AS meningkat pada bulan Juni karena Tarif impor mulai menaikkan harga beberapa barang. Indeks PCE naik 0,3% bulan lalu setelah kenaikan 0,2% yang direvisi naik pada bulan Mei. Sementara itu, Federal Reserve AS pada hari Rabu mempertahankan suku bunga tetap di kisaran 4,25%-4,50%, dan komentar Ketua Jerome Powell setelah keputusan tersebut meredam harapan penurunan suku bunga pada bulan September. (Arl)
Sumber : newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.