Minyak Menguat, Trump Tekan Rusia Soal Gencatan Senjata

Harga Minyak mentah bertahan di level tinggi setelah Presiden AS Donald Trump kembali menekan Rusia untuk segera menyetujui gencatan senjata dengan Ukraina.
Trump memberikan batas waktu baru 10–12 hari, dan mengancam akan menerapkan sanksi sekunder jika Moskow tidak segera menghentikan konflik. Hal ini memicu kekhawatiran Pasar bahwa pasokan Minyak dari Rusia, salah satu produsen utama OPEC+, bisa terganggu.
Harga West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik 0,4% menjadi $66,96 per barel pada Selasa pagi waktu Asia, setelah sebelumnya melonjak 2,4% pada penutupan hari Senin.
Sementara itu, Brent untuk kontrak September ditutup naik 2,3% ke $70,04 per barel, menandai level tertinggi dalam hampir dua pekan.
Kenaikan harga juga diperkuat oleh sanksi baru Uni Eropa terhadap Rusia dan meningkatnya fokus global terhadap tenggat waktu 1 Agustus untuk kesepakatan dagang AS. Selain itu, perhatian Pasar kini tertuju pada pertemuan OPEC+ mendatang, yang akan menentukan kebijakan suplai Minyak untuk bulan September.
Ketidakpastian geopolitik dan kebijakan produksi ini menambah ketegangan di Pasar energi global.(yds)
Sumber: Bloomberg

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.