Harga Emas naik tipis pada Selasa (12/08) setelah aksi jual tajam di sesi sebelumnya, karena investor menunggu rilis data inflasi AS yang akan memengaruhi prospek pemangkasan suku bunga Federal Reserve. Emas spot menguat 0,2% menjadi $3.349,13 per ons, sementara Emas berjangka AS stabil di $3.398,90. Pergerakan ini terjadi setelah harga anjlok lebih dari 1,6% pada Senin, usai Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk tidak mengenakan Tarif impor Emas batangan.
Data inflasi konsumen AS yang akan dirilis malam ini diperkirakan menunjukkan kenaikan 0,3% untuk IHK inti pada Juli, dengan tingkat tahunan naik menjadi 3%. Jika hasilnya lebih rendah dari perkiraan, Pasar kemungkinan akan semakin yakin bahwa Fed akan memangkas suku bunga pada September, peluangnya saat ini berada di kisaran 85% menurut CME FedWatch Tool. Kebijakan moneter yang lebih longgar, ditambah ketidakpastian politik dan ekonomi, umumnya menjadi pendorong harga Emas.
Selain Emas, harga logam mulia lainnya juga menguat. Perak spot naik 0,6% menjadi $37,81 per ons, platinum naik 0,8% menjadi $1.336,84, dan paladium menguat 1,5% menjadi $1.152,68. Sementara itu, perhatian Pasar juga tertuju pada masa depan kepemimpinan Fed, mengingat masa jabatan Ketua Jerome Powell akan berakhir Mei mendatang, serta perkembangan hubungan perdagangan AS-Tiongkok setelah Trump memperpanjang gencatan senjata Tarif selama 90 hari.(ayu)
Sumber: newsmaker.id
Emas Menguat Jelang Rilis Data Inflasi AS
