Perak Melesat, Lampaui Kilau Emas?

Harga Perak terus menunjukkan tren menguat, didukung ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan lemahnya Dolar AS. Kondisi pasokan yang ketat dan defisit stok membuat setiap koreksi harga justru dimanfaatkan investor untuk kembali membeli, sehingga menjaga momentum reli Perak tetap terjaga.
Sebagai logam mulia dengan fungsi ganda lindung nilai inflasi sekaligus pendorong pertumbuhan industri Perak memiliki daya tarik lebih dibanding Emas. Tahun ini, harganya sudah naik sekitar 40%, melampaui performa Emas dan menjadikannya salah satu aset dengan kinerja terbaik 2025, seiring derasnya aliran dana masuk ke ETF berbasis Perak.
Kepemilikan ETF Perak terus meningkat tujuh bulan berturut-turut hingga Agustus, rekor terpanjang sejak 2020. Hal ini makin mengurangi persediaan di London dan mendorong kenaikan biaya sewa logam. Ditambah lagi, permintaan industri yang tinggi dari sektor energi bersih dan teknologi surya membuat Pasar Perak diproyeksikan defisit untuk tahun kelima beruntun.
Secara teknikal, Perak berhasil menembus resistance penting di $40, yang memicu aksi beli besar-besaran. Sifatnya yang kerap bergerak lebih liar dibanding Emas membuat reli berpotensi semakin cepat. Walau volatilitas diperkirakan meningkat, kondisi Pasar masih memberikan angin segar bagi investor yang optimis terhadap Perak.(ayu)
Sumber: newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.