Reli Perak Berlanjut Lagi

Perak merosot di bawah $47 per ons pada hari Jumat(3/10), tetapi tetap berada di jalur untuk kenaikan mingguan ketujuh berturut-turut, didukung oleh ekspektasi penurunan suku bunga AS lebih lanjut dan ketidakpastian akibat penutupan Pemerintah. Data AS terbaru memperkuat spekulasi pelonggaran lebih lanjut, dengan Pasar hampir sepenuhnya mengantisipasi pemotongan 25 basis poin bulan ini dan satu lagi pada bulan Desember.
Secara politis, penutupan Pemerintah sejauh ini menunjukkan dampak langsung yang terbatas, meskipun meningkatkan kekhawatiran atas kebijakan fiskal, risiko inflasi, dan pelemahan Pasar tenaga kerja.
Hal ini juga memicu pemadaman data, yang memaksa Departemen Tenaga Kerja untuk menunda laporan penggajian nonpertanian bulan September yang akan dirilis pada hari Jumat. Selain faktor pendorong makro, Perak mendapat dukungan tambahan dari tekanan sisi penawaran, dengan Silver Institute memproyeksikan defisit Pasar global untuk tahun kelima berturut-turut pada tahun 2025. (az)
Sumber: Trading Economics

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.