Harga Emas turun ke kisaran $3.330 per troy ounce pada hari Rabu, memangkas lebih dari 1% kenaikan yang tercatat awal pekan ini. Penurunan terjadi karena meredanya ketegangan geopolitik mengurangi minat investor terhadap aset safe haven. Pelemahan Emas terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Israel telah menyetujui gencatan senjata 60 hari di Gaza, dan mendesak Hamas untuk menerima kesepakatan tersebut sebelum situasi memburuk. Kabar ini memberikan ketenangan sementara di Pasar global dan menekan laju reli Emas.
Meskipun demikian, pelemahan Emas tidak terlalu dalam karena didukung oleh Dolar AS yang masih lemah, di tengah kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dan ketidakpastian perdagangan. Senat AS telah meloloskan RUU Pajak dan belanja besar-besaran usulan Trump, yang kini kembali diajukan ke DPR untuk disahkan. RUU tersebut diperkirakan akan menambah defisit AS sebesar $3,3 triliun dalam satu dekade ke depan. Dalam perkembangan terpisah, Trump juga memperkeruh hubungan dagang dengan Jepang dengan mengancam Tarif 35% terhadap produk impor Jepang, menyusul mandeknya negosiasi.
Dari sisi kebijakan moneter, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa pihaknya masih bersikap hati-hati terkait pemangkasan suku bunga, namun tidak menutup kemungkinan akan melakukan pemangkasan pada bulan ini. Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga menyampaikan bahwa ia memperkirakan pemangkasan suku bunga akan dilakukan paling lambat September. Kini, perhatian Pasar beralih ke laporan ketenagakerjaan AS yang akan dirilis Kamis ini, yang dipandang sebagai indikator penting untuk menentukan arah kebijakan suku bunga The Fed selanjutnya.
newsmaker.id
Emas Tergelincir ke $3.330, Investor Mulai Lepas Aset Aman?
