Dolar Australia (AUD) mengalami penurunan terhadap Dolar AS (USD) pada hari Jumat, melanjutkan tren turun selama dua hari berturut-turut. Pasangan mata uang AUD/USD mundur dari level tertinggi delapan bulan di angka 0,6625 yang dicapai pada hari Kamis, menunjukkan tekanan jual dari pelaku Pasar.
Para trader sedang memantau perkembangan perundingan perdagangan antara Amerika Serikat dengan mitra dagang utama, termasuk Tiongkok, yang merupakan mitra dagang terbesar Australia. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengumumkan bahwa pejabat AS dan Tiongkok akan bertemu di Stockholm minggu depan untuk melanjutkan babak ketiga perundingan tingkat tinggi, yang dinanti-nantikan oleh Pasar.
Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA), Michele Bullock, dalam acara Anika Foundation di Sydney, menegaskan komitmennya untuk menjaga inflasi tetap rendah dan stabil. Bullock juga menyampaikan kekhawatiran terkait ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung dan bisa memengaruhi pertumbuhan Australia.
Situasi ini membuat Dolar Australia tertekan, sementara Dolar AS tetap kuat karena dianggap sebagai aset aman saat Pasar menunggu hasil negosiasi dagang dan perkembangan ekonomi dunia. Pelaku Pasar tetap berhati-hati menghadapi berbagai faktor global yang bisa memengaruhi nilai tukar.(ayu)
Sumber: newsmaker.id
Dolar AS Stabil, AUD Tertekan
